SELAMAT DATANG DI WWW.SAHABATYANTI.BLOGSPOT.COM
SEMOGA BERMANFAAT UNTUK SAHABAT SEMUA
Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Juli 2010

SURAT UNTUK CALON SUAMIKU

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Entah angin apa yang membuai hari ini, membuatku begitu berani mencoretkan sesuatu untuk dirimu yang tidak pernah aku kenali. Aku sebenarnya tidak pernah berniat untuk memperkenalkan diriku kepada sesiapa pun. Apalagi mencurahkan sesuatu yang hanya aku khususkan buatmu sebelum tiba masanya. Kehadiran seorang lelaki yang menuntut sesuatu yang ku jaga rapi selama ini semata-mata buatmu, itulah hati dan cintaku, membuatku tersadar dari lenaku yang panjang.

Ibu telah mendidikku semenjak kecil agar menjaga maruah dan mahkota diriku karena Allah telah menetapkannya untukmu suatu hari nanti. Kata ibu, tanggungjawab ibu bapak terhadap anak perempuan ialah menjaga dan mendidiknya sehingga seorang lelaki mengambil-alih tanggungjawab itu dari mereka. Jadi, kau telah wujud dalam diriku sejak dulu. Sepanjang umurku ini, aku menutup pintu hatiku dari lelaki manapun karena aku tidak mau membelakangimu.

Aku menghalang diriku dari mengenali lelaki manapun karena aku tidak mau mengenal lelaki lain selainmu, apa lagi memahami mereka. Karena itulah aku sekuat ‘kodrat yang lemah ini’ membatasi pergaulanku dengan bukan mahramku. Aku lebih suka berada di rumah karena rumah itu tempat yang terbaik buat sorang perempuan. Aku sering merasa tidak selamat dari diperhatikan lelaki. Bukanlah aku bersangka buruk terhadap kaummu, tetapi lebih baik aku berwaspada karena contoh banyak di depan mata.

Aku palingkan wajahku dari lelaki yang asyik memperhatikan diriku atau coba merayuku. Aku sedaya mungkin melarikan pandanganku dari lelaki ajnabi (asing) karena Sayyidah Aisyah Radhiyallahu `Anha pernah berpesan,

“Sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki”

Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang. Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.

Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan. Bagaimana akan kujawab di hadapan Allah kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi? Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias pribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah. Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?

Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu. Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang tulen.

Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa. Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.

Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku. Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi Wassalam, yang mampu mendebarkan hati jutaaan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.

Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga.


*copas dari catatan seorang ukhti...* semoga Allah senantiasa merahmatimu saudariku ^_^


Sumber:

http://www.millatfacebook.com/riskamutiaramz/blog/surat-untuk-calon-suamiku-2/

Wassalam...

Baca Selengkapnya...

Jumat, 11 Juni 2010

MENGATASI KONFLIK SECARA KONSTRUKTIF




Macam macam konflik

1. The invisible conflict
• Konflik yang terjadi masih pada batin saja, jadi tidak nampak.
• Pada saat ini tidak nampak dalam komunikasi, ucapan, sikap atau tindakan
• Biasanya masih dalam taraf tidak menyinggung masalahnya apabila bertemu dalam satu bidang atau waktu.

2. The Perceived/experienced conflict
• Konflik yang terjadi pada tingkatan ini adalah konflik yang sudah diketahui, dialami, atau sudah tampak.
• Ketidak cocokan dengan lawan sudah ditampakkan dengan perlawanan-perlawanan.
• Dari masalah pendapat,motif, tuntutan, tindakan, dan bentuknya adalah perlawanan mulut atau sikap

3. The Fighting
• Sudah berubah dalam bentuk perlawanan fisik,baku hantam [agresif]
• Kondisinya sudah tidak dapat ditahan dengan hanya berucap saja, namun sudah dengan tindakan
• Apabila dalam pembicaraan sudah dengan emosi

Penyebab konflik

• Merasa tidak dihargai, didiskreditkan terutama pada momen2 yang sensitif.
• Manajemen gagal mendefinisikan peranan dan tugas masing2 anggota secara jelas. Terjadi overlap tugas.
• Komunikasi yang lemah. Kaitannya dengan keputusan yang tidak jelas atau sosialisasi yang tidak jelas.
• Kegagalan mengendalikan diri atau kehilangan kendali [loosing control/ temperament]
• A personality clash dengan bentuk macam2. Orang yang tidak suka dengan gaya kepemimpinan/gaya kerja individu tertentu akan menimbulkan konflik.
• Kurang pengalaman dalam menduduki posisi/jabatan tertentu, iasanya akan menimbulkan konflik.

Konflik dapat menjadi positif

• Secara teori, konflik bersifat jelek.
• Perspektif yang perlu dimunculkan bukan semata-mata bahwa itu jelek atau tidak.
• Kenyataan, bahwa konflik sulit dihindari walau kita tidak menghendaki.
• Karena merupakan konsekuensi komunikasi
• Jadi yang perlu dimunculkan adalah perspektif positif apabila memang benar-benar tidak mampu dihindari
• Tujuan perspektif positif, agar kita tetap menjadi lebih positif menghadapi hal2 yang tidak positif
• Kita tidak terlalu terbawa keadaan yang tidak sehat
• Efek negatif akan terbawa dalam kinerja kita.

Mengelola konflik agar dapat memacu produktivitas kerja

• Fokuskan konflik pada kepentingan,kebutuhan atau prestasi
• Menggunakan cara-cara yang terbuka, dengan tujuan memacu diri dalam mencapai sasaran yang diinginkan
• Ciptakan cara yang kreatif agar dapat menghasilkan yang maksimal

Cara mengontrol emosi
1. Catch, sadar emosi kita sedang bermasalah
2. Change,berusaha mengganti dengan yang lebih positif
3. Create, menciptakan pespektif , tindakan yang tidak memperkeruh suasana.

Baca Selengkapnya...

Kamis, 03 Juni 2010

YANG MUDA YANG BERPRESTASI












Fenomena munculnya atasan muda, profesional muda, eksekutif muda saat ini bukan barang baru.

Penguasaan skill


  • Terbukanya akses pendidikan yang lebih bagus
  • Semakin mudah informasi,
  • Semakin bagusnya penemuan-penemuan,
  • Semakin berlimpahnya penyedia resource
Maka diperkirakan jumlah atasan muda di negara maju dan negara yang mau maju [developing countries] akan terus bertambah.
Yang menyebabkan Pengusaha muda yang berprestasi



1. Murni prestasinya karena karir bagus.
Walau usia muda, karena karir bagus, ia terpilih karena memang mempunyai atasan yang layak untuk itu
2. Dukungan keluarga dan prestasi.
Ia terpilih sebagai atasan karena pemilik usaha, atau perusahaannya adalah keluarga. Selain keluarga, pilihan itu memang karena kualitasnya dipandang layak untuk dipilih.
3. Jerih payah usahanya sendiri.
Ia terpilih sebagai atasan karena usaha sendiri yang dirintis sejak awal.

Karakteristik orang yang sudah sanggup mengaktualisaskan diri
  • Mempunyai persepsi sederhana [tidak ruwet]mengenai lingkungannya.
  • Dapat menerima diri dan orang lain.
  • Tidak suka ikut2 an
  • Lebih meninginkan ‘keinginan’ dari pada ‘kekesalan’.
  • Mempunyai privasi, cenderung tidak merasa kesepian.
  • Mempunyai pengalaman spiritual yang mencerahkan.
  • Dapat menghargai orang lain
  • Berkarakter demokratis
  • Mempunyai gaya hidup yang kreatif
Bagaimana menjadi muda beprestasi, namun bijak
1. Belajar dari pengalaman sendiri
2. Meningkarkan empati
3. Meningkatkan profesionalitas


Baca Selengkapnya...

Jumat, 28 Mei 2010

Membangun Hidup Yang Baik Di Awali Dari Sikap

Mengapa ada orang-orang di sekeliling kita menjadi lebih baik dari yang lain, padahal mereka tidak lebih baik dulunya dalam pendidikan atau status sosialnya bahkan miskin melarat? Bahkan dalam sebuah Negara pun sama. Mengapa ada Negara-negara yang miskin sumber daya alamnya tetapi mampu menjadi Negara maju? Kita bisa lihat contoh dari beberapa Negara seperti Singapura, Jepang, Korea dll. Mereka menjadi Negara maju meskipun tidak memiliki sumber daya alam. Apa yang membuat perbedaan semua itu? Itu adalah SIKAP. Benar, sikaplah yang membuat seseorang berbeda satu dengan yang lain, termasuk Negara. Bahkan seseorang yang memiliki bakat hebatpun belum tentu mencapai keberhasilan dalam hidupnya.Orang-orang yang berhasil dalam hidupnya adalah mereka memiliki sikap untuk tidak menerima apapun yang diberikan oleh nasib. Mereka mampu merespon setiap hal yang tidak baik yang terjadi dalam hidup nya untuk melakukan sesuatu agar mereka menjadi orang yang mereka inginkan. Sementara orang yang gagal menerima segala yang terjadi dengan mengatakan itulah nasib mereka, mereka pantas menerimanya.

William James dari Harvard University mengatakan, "Penemuan terbesar manusia adalah bahwa perubahan sikap dapat mengubah nasib seseorang". Sebuah penelitian yang dilakukan juga oleh Harvard university menemukan bahwa ketika seseorang mendapatkan pekerjaan, 85 % keberhasilannya di sebabkan oleh sikap mereka, dan hanya 15 % karena kepandaian dan pengetahuan mereka. Ibarat sebuah bangunan maka pondasi bangunan itu adalah sikap anda. Semakin tinggi bangunan tersebut semakin dalam pondasi yang di buat agar dapat berdiri kokoh. Begitu juga dengan manusia, Sikap andalah yang membuat anda sebagai manusia yang dapat menjadi aset terbesar atau bahkan beban terbesar bagi anda. George Bernard Shaw mengatakan, " Orang yang selalu menyalahkan keadaan atas apa yang terjadi pada mereka. Orang yang berhasil di dunia ini adalah orang yang mempelajari lagi dan mencari keadaan yang mereka inginkan dan, jika tidak menemukannya, mereka menciptakannya.

Apakah sikap itu? John C Maxwell mengatakan demikian, " Sikap adalah pelopor dari diri kita yang sesungguhnya. Akarnya berada di dalam batin tetapi buahnya diluar. Sikap adalah teman terbaik kita atau musuh terburuk kita. Sikap lebih jujur dan lebih konsisten daripada kata-kata kita. Sikap adalah pandangan luar berdasarkan pengalaman masa lalu. Sikap adalah hal yang menarik orang lain kepada diri kita atau mengusir mereka. Sikap tidak pernah puas sebelum dinyatakan. Sikap adalah ahli perpustakaan masa lalu kita. Sikap adalah jurubicara masa sekarang kita. Sikap adalah nabi masa depan kita.

Lalu bagaimana supaya Anda bisa membuat kehidupan ini menjadi lebih baik? Mulailah dengan memiliki sikap positip. Seperti tidak adanya penyakit, bukan berarti sehat, demikian pula tidak adanya negativitas bukan selalu berarti seseorang memiliki sikap positip. Tidak sakit bukan berarti sehat, demikian pula hanya tidak berpikir negatif bukan berarti seseorang memiliki sikap positip. Orang-orang dengan sikap positip mempunyai ciri kepribadian tertentu yang dengan mudah dapat di kenali. Mereka penuh perhatian, percaya diri, sabar dan rendah hati. Mereka memiliki harapan yang tinggi terhadap diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka mengusahakan hasil-hasil yang positip. Seseorang dengan sikap positip adalah seperti pohon yang berbuah di setiap musim. Ia selalu terbuka. Banyak manfaat dari sikap positip untuk meningkatkan kualitas kehidupan kita. Sebaliknya, orang yang memiliki sikap negatif sulit memelihara persahabatan, pekerjaan, perkawinan dan hubungan dengan orang lain.di dunia ini. Mereka menciptakan lingkungan negatif di rumah dan di tempat kerja, serta menjadi beban masyarakat. Mereka juga menularkan perilaku negatif kepada orang-orang lain di sekitar mereka dan bagi generasi masa depan.

Cara Anda memandang kehidupan ini berkaitan dengan sikap Anda. Salah satu kisah yang paling saya sukai adalah tentang seorang kakek dan nenek yang mengunjungi cucu-cucunya. Setiap petang si Kakek berbaring untuk tidur siang. Pada suatu hari, untuk bergurau, anak-anak memutuskan untuk mengoles mentega pada kumis kakeknya. Segera si kakek terbangun dan mengendus-endus. "Wah, kamar ini bau busuk," serunya sambil bangun dan pergi ke dapur. Tidak lama kemudian dia menyimpulkan bahwa dapur juga bau tidak sedap, maka dia pergi ke luar untuk menghirup udara segar. Alangkah heran si kakek, udara di luar rumah juga tidak memberinya kesegaran, dan dia berseru, "Seluruh dunia berbau busuk!" Sungguh benar hal itu dalam kehidupan. Kalau kita membawa-bawa mentega dalam sikap kita, maka seluruh dunia berbau busuk.

Oleh karena itu mulailah berubah. Sifat manusia pada umumnya adalah tidak menyukai perubahan. Perubahan memang tidak menyenangkan. Apapun efeknya, baik positif dan negatif, perubahaan menimbulkan stress. Kadang-kadang kita merasa begitu betah dengan negativitas kita, bahkan ketika perubahan yang kita lakukan adalah untuk sesuatu yang positif sekalipun, kita tidak dapat menerimanya. Kita memilih tetap memelihara sikap negatif. Ada contoh cerita tentang seorang narapidana yang sudah bertahun-tahun di kurung dalam sel yang gelap. Setelah selesai menjalankan masa hukumannya, ia memperoleh kebebasan. Ia dibawa keluar dari selnya, kebawah sinar matahari alam terbuka. Orang ini memandang sekelilingnya dan setelah beberapa saat ia tiadk menyukai kebebasan yang baru diperolehnya, kemudian ia meminta untuk dimasukkan kembali ke dalam selnya. Baginya, sel yang gelap, rantai dan kegelapan, lebih aman dan nyaman dibandingkan perubahaan kebebasan dan alam terbuka. Tanyakan pada diri Anda untuk menguji sikap Anda dengan menjawab pertanyaan ini : "Apakah Anda merasa dunia Anda memperlakukan Anda dengan baik?" Kalau sikap Anda terhadap dunia baik, Anda akan menerima hasil yang baik. Kalau Anda merasa biasa-biasa saja tentang dunia, tanggapan bagi Anda dari dunia juga hanya akan bertingkat biasa-biasa saja. Kalau Anda punya perasaan yang buruk tentang dunia, maka Anda rasanya hanya mendapat umpan balik negatif dari kehidupan.

Sebagai penutup, saya menyarankan mulailah dari saat ini Anda lah yang bertanggung jawab atas sikap Anda sendiri.Kita harus menerima tanggung jawab itu sepanjang hidup kita. Jangan menyalahkan orang lain atau apapun, kecuali diri kita sendiri. Setiap pagi, kita lah yang menentukan pilihan sikap kita terhadap kehidupan. Kita harus berani menerima tanggung jawab atas perilaku dan tindakan-tindakan kita. Tinggalkan masa lalu Anda, bersihkan diri Anda. Kembalilah ke jalur yang benar. Satukan impian-impian Anda dan majulah. Tidak ada orang yang mampu merubah hidup Anda menjadi lebih baik kecuali Anda sendiri yang melakukannya.



Penulis : Harry Sutanto

Baca Selengkapnya...

Selasa, 16 Maret 2010

OTAK KANAN & OTAK KIRI

SESEORANG yang ‘hebat’ secara akademis, pada umumnya sangat kuat dalam logika, kata, daftar, angka, linieritas, analisis, dan sejenisnya. Menurut Tony Buzan (Use Your Head: 1993): hasil aktivitas otak kiri manusia.


Adapun otak kanan lebih berkaitan menangani irama, imajinasi, warna, angan-angan, kesadaran ruang, gambaran menyeluruh dan dimensi. Belakangan berkumandang anjuran, jangan hanya memanfaatkan otak kiri, otak kanan juga dong.


Konon, para ilmuwan hebat memanfaatkan otak kiri. Para seniman kuat di otak kanan. Mana tahu, Sampeyan hebat memanfaatkan otak kiri, canggih membedayakan otak kiri. Piawai menghitung fulus fasih berimajinasi. Mana tahu lho.

Kita tidak usahlah terlalu jauh mencari contoh ke Einstein atau Picasso. Perhatikan saja sekeliling. Di sekitar kita banyak orang hebat. Hanya saja harap diingat, konon Eistein yang gagal di banyak pelajaran, seperti bahasa dan seni, yang dikatakan Si Jenius itu baru memakai sekitar 3% kapasitas otaknya. Sampeyan? Kira-kira sendiri.

Bisa jadi, banyak orang hebat memberdayakan otak kiri piawai menafatkan otak kanan. Yang pasti, satu sisi otak saja dimanfaatkan dengan baik, hasilnya spektakular.

Kebetulan, kemarin saya diundang makan oleh mantan Dirut BPD di provinsi kami. Dia berkehendak mencalonkan diri sebagai anggota DPD; kami bicara banyak hal. Dan, yang menarik saya, kebetulan adiknya ikut pembicaraan. Lebih menarik lagi, si adik berkeluh kesah: anaknya tidak lulus UN.

Alasannya, anaknya jago menggebuk drum. Hobinya, main musik. Ketidakhadirannya belajar mencapai 70%. Saya teringat hal belahan otak.

“Pak, coba bawa ke psikolog. Kalau otak kanannya lebih hebat, kecenderungannya ke seni, jangan memaksa ke bidang akademis”. Ah, sistem pendidikan Indonesia nampaknya bertitiktekan pada akademis, kurang memperhatikan potensi pembelajar. Celakanya pula, kalau lemah di bidang akademis divonis ‘tidak berguna’ alias bodoh.

Renungkan. Kita punya ribuan doktor ahli secara akademik, tetapi banyak sisi potensi terlupakan. Bayangkan, dengan demikian banyak ahli, kita menjadi pengimpor beras terbesar di dunia, pengimpor kedelai terhebat di jagat raya ini, pasar otomotif tak terbatas, dan bla-bla. Kita kurang imajniasi, kurang mampu ‘bermimpi’ dan mewujudkannya.

Perhatikan, begitu banyak sarjana ‘ilmu keras’ yang tidak mampu mengembangkan, apalagi memantik kehidupan dan kemajuan dengan ilmunya. Susah-susah belajar ‘ilmu murni’, eh … malah mengambil Akta IV, akta mengajar. Ada-ada saja. Pendidikan yang begitu mahal terbuang.

Doktor energi, bekerja di bank, menjadi menteri yang megurus tenaga kerja, misalnya. Hitungan dasarnya, ‘untung rugi’, matematis. Wajar to kita kelabakan soal pangan, energi, dan seterusnya. Jadi tentara kog mengurus pendidikan, ahli ekonomi kog ngak ngurusi keuangan negara mencemaskan, malah jadi menteri (…). Ada-ada saja.

Kembali ke otak kanan dan otak kiri, memang idealnya keseimbangan. Tetapi, fakta menunjukkan, mungkin karena keterbatasan mansuia, mereka yang hebat —sangat menonjol— di otak kanan belum tentu hebat di otak kiri. Begitu sebaliknya. Sekalipun begitu, tentu tidak jadi soal. Asal, jangan mematikan fungsi belahan. Kalau mati satunya, bisa stroke he he.

Pesanya, otak kira atau otak kanan yang lebih dominan berkembang, mungkin tergantung pada hal lain, gen misalnya. Tapi sudahlah. Tulisan ini tidak membahas secara filsafati atau teknis. Apungannya, jangan sampai terjebak, kalau otak kiri kurang berkembang, langsung divonis bodoh.

Sayangliah kedua belahan otak karena belahan tersebut saling berkaitan dan menunjang. Perkembangan yang satu bukan berarti membunuh yang satunya. Mari dikembangkan dan dimanfaatkan maksimal.

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 13 Maret 2010

Belajar Kepribadian Dari Lebah

Pada waktu kecil dulu, saya dan teman-teman suka main bersama. Suatu hari kami main ke lapangan bola sambil membawa ketapel untuk berburu burung. Di pinggir lapangan, ada beberapa pohon mahoni yang besar-besar. Sambil melihat-lihat siapa tahu ada burung yang sedang hinggap di dahan atau rantingnya, kami mengamati dengan seksama. Tak ada satu burung pun kami lihat, tapi mata saya menemukan sebuah benda bulat kecoklatan sebesar tempurung kelapa tergantung di sebuah ranting dan benda itu dikerumuni banyak lebah. Ya, tak salah lagi itu adalah sarang lebah penyengat yang tubuhnya coklat dengan ujung perut berwarna kuning. Tak lama kemudian saya memberitahu teman-teman, dan tanpa dikomando ketapel kami rame-rame menyerbu sarang lebah itu tanpa ampun.


Tanpa menunggu lama, beberapa batu kerikil peluru ketapel kami mengenai sasaran hingga hancur. Tak disangka-sangka, tiba-tiba puluhan lebah keluar dan terbang rendah mencari musuh yang telah merusak sarangnya. Beberapa teman lari terbirit-birit dikejar lebah yang sedang marah. Ada juga yang disengat hingga menangis. Sementara itu, seorang teman memberitahu agar saya dan yang lain tiarap untuk menghindari kejaran lebah-lebah tadi. Benar juga…, sambil tiarap di atas rumput, di atas kami menderu dengung lebah-lebah yang terbang ke sana - ke mari mencari dan menunggui kami. Setelah hampir satu jam, baru lebah-lebah itu terbang kembali ke pohon, dan akhirnya kami pun pulang dengan perasan takut masih membayangi.

Mengingat pengalaman di atas, trauma juga bila berhadapan dengan lebah. Pernah juga pipi dan tangan ini bengkak oleh sengatannya. Namun bila direnungkan, serangga yang satu ini memiliki beberapa tabiat/kepribadian yang patut kita contoh.

  1. Makanan lebah adalah sari bunga
    Dari dulu hingga sekarang, lebah selalu memakan sari bunga yang manis. Tak pernah keliru satu kali pun lebah memakan ampas kedelai atau meminum air comberan, walau saat itu tak ada makanan satu pun ia temui.

    • Hal ini memberikan kita inspirasi untuk selalu memakan makanan yang baik dan jelas kehalalannya. Halal baik substansinya, maupun cara mendapatkannya. Pastikan bahwa apa yang kita makan adalah makanan yang halal dan bergizi, (dan bergizi itu tidak harus mahal). Jadi, seorang koruptor yang makan dan menghidupi keluarga dari hasil korupsinya, tidakkah ia malu dengan seekor lebah??

  1. Ke mana pun lebah hinggap, tak ada ranting yang patah
    Tubuh lebah yang mungil, membuat ia leluasa terbang dan hinggap di mana pun tanpa merusak tempat ia berhenti. Sekecil apa pun sebuah ranting pohon, tak ada yang patah dihinggapi seekor lebah. Lebah tak pernah dapat masalah dan menjadi masalah di mana pun ia hinggap.

    • Hal ini memberikan kita inspirasi untuk dapat beradaptasi dengan baik di mana pun kita berada. Di mana pun kita tinggal, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat yang ada. Seperti kata pepatah, "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung." Sebisa mungkin kita menebar manfaat di mana pun kita berada.

  1. Sekali terusik, lebah akan menyerang musuh tanpa ampun

Lebah bila tidak diusik atau disakiti, maka akan bersikap bersahabat dan tidak membahayakan siapa pun. Namun seperti cerita di atas, sekali lebah diusik tanpa salah, maka mereka akan mengejar musuhnya tanpa ampun. Walaupun kita sudah terjun ke sungai, tetap saja mereka menunggui kita. Sekali kepala kita muncul dari air, maka mereka akan serentak menyerang dan menyengat tanpa ampun.

  • Hal ini memberikan kita inspirasi untuk bersikap ksatria. Sekali harga diri kita dihina, dilecehkan, atau direndahkan, maka kita harus bangkit mengepalkan tangan membelanya. Apalagi bila harga diri atau kedaulatan bangsa dan negara kita yang jadi korban, maka kita wajib spontanitas membelanya, walau nyawa taruhannya.
  1. Tiada yang dihasilkan lebah kecuali madu

Dari bahan yang berharga akan dihasilkan produk yang berharga pula. Begitu juga dengan lebah, tiada yang dihasilkannya kecuali madu. Madu lebah sangat manis dan mengandung manfaat yang sangat banyak untuk kesehatan dan pengobatan. Tidak pernah saya dengar ada lebah yang error dan keliru menghasilkan limbah. Karena kelebihan lebah yang dapat menghasilkan madu inilah, Tuhan sampai mengabadikannya dalam kitab suci.

  • Hal ini memberikan kita inspirasi untuk tidak menghasilkan sesuatu dalam hidup ini kecuali yang berharga dan penuh manfaat bagi orang banyak. Semua profesi menghasilkan suatu produk, baik barang maupun jasa. Bila kita sudah belajar dari lebah, maka tiadalah produk tersebut tersaji melainkan dengan kualitas yang terbaik dan penuh manfaat.


Dewasa ini, banyak produser film yang memproduksi film yang merusak moral. Banyak fotografer yang foto-fotonya meracuni pikiran orang yang melihatnya. Banyak juga website-website yang isinya menghancurkan moral, dan masih banyak lagi. Tidakkah mereka belajar kehidupan dari lebah??

Demikianlah sahabat yang budiman, semoga kita bisa belajar kepribadian dan filosofi hidup dari hewan bernama lebah tersebut, sehingga hidup kita menjadi lebih bermakna dan sukses pun akan semakin dekat dengan kita. Semakin hidup kita bermanfaat bagi sesama, semakin terasa indah hidup ini.

Selamat belajar!


Penulis : Agus Riyanto

Baca Selengkapnya...

Belajar Metamorfosis Dari Kupu Kupu


Di suatu pagi yang cerah, saya duduk menyendiri di sebuah taman yang dipenuhi berbagai macam tanaman bunga. Saya menghela nafas dalam-dalam sambil menikmati suasana sekitar yang hening. Tiba-tiba pandangan saya terhenti oleh keindahan seekor kupu-kupu yang sedang hinggap di sekuntum bunga. Kupu-kupu itu terlihat sangat elok rupawan dengan sayap yang warna-warni. Sungguh indah Tuhan menciptakan hewan kecil ini dengan kombinasi warna yang sangat serasi.

Kupu-kupu itu hinggap di setangkai kuntum bunga cukup lama untuk menghisap madunya, kemudian hinggap di kuntum bunga yang lain, begitu seterusnya. Terkadang datang kupu-kupu lain yang tak kalah cantiknya, seolah mereka bertutur sapa, kemudian berlomba menghisap sari bunga. Mereka terlihat riang menjalani hidupnya masing-masing.

Melihat kupu-kupu tadi, saya jadi teringat asal mula kupu-kupu yang indah tersebut. Bukankah dia yang kini terlihat elok rupawan dan memukau banyak mata, dulunya adalah seekor ulat yang untuk sebagian orang merasa jijik jika melihatnya. Bahkan ada sebagian wanita yang akan berteriak ketakutan bila melihat makhluk berbulu ini didekatnya. Kesannya mungkin takut, jijik, atau bahkan alergi. Tapi toh, setelah berubah rupa menjadi kupu-kupu yang cantik, siapa sih yang nggak suka melihatnya???

Ternyata setelah melihat sejarah hidupnya, kupu-kupu yang cantik itu telah melewati berbagai tahap kehidupan yang mengantarkannya pada sosok yang sekarang ini. Dulunya ia hanya seekor ulat yang buruk rupa, hidupnya merayap di dahan dan dedaunan, dan kalau tidak beruntung hidupnya berakhir dimakan burung atau serangga pemangsanya.

Setelah matang menjalani kehidupan sebagai ulat, ia pun mencari tempat yang aman dan berubah menjadi kepompong. Badannya terbujur kaku menggantung di dahan atau dedaunan. Ia tak peduli walau siang hari panas terik menyengatnya dan malam hari dingin menusuknya. Bahkan tak jarang hujan dan badai menerpanya. Ia tetap kokoh ditempatnya bersemedi untuk berubah menjadi diri yang baru, diri yang penuh pesona keindahan.

Beberapa waktu kemudian, akhirnya keluarlah ia dari kepompongnya menjadi diri yang sama sekali baru, indah memukau dengan sayap barunya dan tubuh yang cantik, jauh beda dari wujudnya semula. Dan kini ia telah memiliki keahlian baru, yakni bisa terbang! Lalu ia pun terbang berkelana mencari kuntum-kuntum bunga yang indah untuk menghisap sari bunga dan menebarkan telur-telur penerus kehidupannya.

Begitulah metamorfosis seekor kupu-kupu; dari telur ia menetas jadi ulat, dari ulat ia menempa diri dalam kepompong, dan dari kepompong lalu lahirlah kupu-kupu yang indah menawan. Tahap kehidupannya ia jalani dari generasi ke generasi tanpa ada satu tahap pun yang dapat ia lompati. Tak ada seekor kupu-kupu mana pun yang langsung menetas dari telur, melainkan keluar dari kepompongnya.

Demikianlah, kadang kita ingin menjadi kupu-kupu yang indah, tapi kita tidak mau jadi ulat yang buruk rupa, tidak sanggup menjalani kehidupan kepompong yang tak berdaya. Maunya langsung jadi sesuatu yang indah, memukau, mengagumkan dan jadi pusat perhatian banyak orang,langsung jadi kupu-kupu!

Perubahan Diri Maka sahabat, kalau kita ingin jadi kupu-kupu yang cantik, sanggupkah kita menjalani metamorfosis kehidupan?? Metamorfosis itu sendiri bisa dimaknai sebagai perubahan yang dahsyat atau perubahan besar dalam sifat.

Untuk menjadi kupu-kupu yang cantik penuh pesona, sanggupkah kita menjalani ketertatihan sebagai ulat yang buruk rupa, kadang dihina dan dijelek-jelekkan? Di saat tak ada yang menghargai, mendukung atau menolong kita, tapi kita harus tetap melangkah dan terus melangkah karena kita yakin tujuan akhir perjalanan ini.

Kuatkah kita menghadapi berbagai tempaan dan cobaan, derita dan kesendirian dalam kepompong yang tak berdaya dan memintal benangnya sendiri? Bersabar dalam tempaan hidup, cobaan dan godaan, menjalani proses dengan sebaik-baiknya sebelum kita akhirnya lahir menjadi diri yang baru, diri kita yang sesungguhnya, diri yang indah dan menebarkan keindahan di mana pun kita berada.

Sahabat yang budiman, tiada sukses yang didapat dengan mudah. Semua perlu proses; semua butuh keuletan, kesabaran dan ketabahan dalam menjalani tahap-tahap sebelum sampai pada puncak kehidupan.

Tidak ada yang akan merubah diri dan keadaan kita melainkan diri kita sendiri. Dalam kitab suciNya Tuhan berfirman. "Sesungguhnya Alloh tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadan yang ada pada diri mereka sendiri."

Jangan lupa untuk berdoa, memohon petunjuk dan pertolongan pada Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Mengabulkan Permohonan hamba-Nya.

Mari kita jalani setiap tahap dan episode hidup ini dengan penuh kearifan, kita tekadkan untuk terus berubah menjadi lebih baik, sehingga akhirnya kita bisa bermetamorfosis menjadi pribadi yang sukses bagaikan kupu-kupu penghias taman. Menjadi teladan yang baik bagi umat manusia!

Selamat bermetamorfosis, menjadi manusia yang luar biasa!

Penulis : Agus Riyanto


Baca Selengkapnya...